Rifie.

Hi! I am Syarifah Riefandania, this is where I write anything that can improve my day. Moving forward, one step at a time.

Rifie.

Hi! I am Syarifah Riefandania, this is where I write anything that can improve my day. Moving forward, one step at a time.

Smokers broke my heart.

Hey folks.
Mau cerita tentang dilema perokok pasif aja.
Jadi gini, tadi sore sebelum pulang sempetin ngobrol di Circle K sama Gum dan Sandi. Dan gue melihat orang lain merokok enak banget sambil ngobrol ketawa-ketiwi.

Gue kepikiran aja, setelah gue nonton video dokumenter tentang rokok itu gue jadi mikir lumayan banyak buat orang-orang yang nggak merokok tapi tetap berbagi udara dengan perokok. WHICH IS NOT FAIR. Not every second of your life, and of course, my life.

Setiap anak yang lalu lalang di sekitar dia sudah pasti menghirup asap rokoknya dia.
Anak? Iya anak. Karena di sebelah Circle K itu adalah bimbingan belajar. Ironis ga sih? Di sebelah convenient store, yang ngejual rokok dan minuman keras yang bisa sambil diminum di tempat, ternyata ada bimbingan belajar. Mungkin hanya di Indonesia.

Topik yang ini dibahas lain kali aja. Bakalan panjang dan ngilu juga nulisnya.

Perokok, kalian concern ga sih? Asap yang kalian hembuskan itu selain membunuh kamu pelan-pelan juga membunuh kita para non-smokers? Do you care that smoking kills? Hmm, kalian aja ga peduli sama diri kalian sendiri apalagi sama non-smokers ya. Stupid question banget ini.

Gue bersyukur di rumah, Shafa dan Adiva terbebas dari asap rokok.
Bersyukur banget. Alhamdulillah.

Dan saran saya, berhentilah merokok sebelum kalian ngga bisa berhenti.

Written on Feb 22, 2012 • Tweet this!