Syarifah Riefandania, personal website

This is a daily blog from Syarifah Riefandania (rifie). 4C is my house block number. My emotion is currentry stable and normal. Follow me on twitter, last.fm and flickr

20060315

I love seafood. All kind of seafood. Tadi malam saya makan malam di Bandar Jakarta yang berada di Ancol. And please, kalau saya adalah orang yang ‘the last to know’ about this restaurant.. pardon me! :). It’s really nice restaurant there!

Note : Maap yak.. tidak ada screenshot, foto, or whatsoever karena memang saya tidak membawa kamera. Karena saya bukan anggota milis ID-Gmail, jadi no screenshot is not a BASBANG.. :)

Kita (kita?), ya saya kesana dengan Om, Tante, Nenek dan Om Arief. Berangkat sehabis sholat maghrib dari Tebet dan sampai Ancol mungkin 40 menit kemudian. Perjalanan tidak begitu macet (Alhamdulillah). So here’s my story atau yang lebih populer.. “begini ceritanya”

Bandar Jakarta
Dengan environment pantai ancol, cahaya yang cukup, musik live dan pelayan yang banyak lagi ramah, restoran ini cukup berkesan untuk saya. Tadinya kita mau makan di pekarangan luar tetapi karena angin sangat kencang dan nenek saya tidak kuat dengan anginnya, akhirnya kita pindah ke ruangan. Sebenarnya bukan ruangan sih. Lebih tepat ke semi ruangan. Karena berbentuk huruf U.

Kita memesan udang pacet saos tiram, baronang bakar, kerang merah, capcay, kepiting saos padang, tahu dan minumnya saya memilih breeze (mixed juice gitu). Pesanan datang tidak begitu lama kok karena saya belum mengeluh.. hahaha…
Harga yang ditawarkan beragam. Karena seafood, kita pun harus memesannya dengan satuan per 100 gram. Misalnya kepiting saos tiram. Per 100 gramnya adalah Rp.6000, tadi kita memesan yang 600 gram. Jadi Rp.32.000. Nice price, huh?

Soal rasa, menurut saya sangat unik. Karena setiap restoran menyajikan bumbu spesialnya, kesan yang ada di lidah pun pasti beragam kan?

Setelah di total-total, bill yang harus dibayar adalah Rp.284.000,-. Saya pikir harga itu cukup sesuai untuk makanan seafood (lihat apa saja yang sudah saya pesan). Ini dikarenakan di Bandar Jakarta membuat diskon setiap harinya untuk jenis-jenis hidangan laut. Misalnya kemarin hari Selasa adalah diskon 50% untuk undang pacet. Harga normal (lupa berapa ratus gram, yang jelas semua orang kebagian dengan besar yang lumayan) adalah Rp.70ribu, tetapi kita cuma membayar Rp.35ribu. Setiap hari pasti memberikan diskon yang berbeda. Strategi yang bagus sekali yah? Tetapi tidak berlaku untuk take away yah! Kalau anda lupa, pasti akan diingatkan oleh pelayannya.

Kekurangannya mungkin dari pintu gerbang masuk ke Ancol.. karena belum makan kita sudah keluar uang Rp.60,000 (tarif masuk 5 dewasa dan 1 mobil). Hehehe.. Karena tidak mau rugi membayar uang masuk, kita pun jalan-jalan naik mobil ngiderin Ancol.. uh.. banyak sekali orang yang pacaran di taman.. Saya bilang banyak!!

Kalau sudah ada yang pernah ke Bandar Jakarta, plis tell me your fav dish, aeight!!

4 Responses to Makan di Bandar Jakarta

  • belom pernah kesana dan melihat harga yg hrs dibayar tampaknya saya tetep milih makan di warung aja ;)

    Posted by gani # March 15th, 2006
  • harganya lumayan (murah)…saya ga pernah makan seafood di ancol…dulu biasa di jl. daan mogot…ga tahu sekarang masih ada atau ga

    Posted by hedi # March 16th, 2006
  • jadi lapar eh … :) mahal di karcis masuk ya … :-P

    Posted by zuki # March 19th, 2006
  • wah emang kebetulan mau coba makan disana, udah call tp ktnya untuk jumat - minggu ga ada discount menu.. :’( , but gpp deh, udah tnya2 kayanya lumayan enak… standart 50 - 100 rb, per orang yah????

    Posted by ocha # May 10th, 2006

Want to add yours?

Leave a Reply

In My Dock

© Syarifah Riefandania 2005 - 2008. All Rights Reserved. Powered by WordPress.