Pernah lihat sebuah iklan rokok di TV yang katanya ‘banjir kok jadi tradisi?’. Dari sekian iklan yang dibuat oleh adv. rokok itu, saya benar-benar suka yang ini. hehe.. benar-benar menyentuh dan apakah tradisi aneh ini bisa hilang? Tapi benar juga sih, iklannya. Kasihan yang kebanjiran. Mereka pasti membawa barang-barang berharganya ke tempat yang lebih tinggi setahun sekali, kehilangan barang karena hanyut sama air setahun sekali, Sakit diare setahun sekali dan kejadian yang tidak enak lainnya. Dan orang-orang yang berkepentingan langsung sidak ke tempat banjir pake perahu karet setahun sekali. Hehehe.. Funny..funny..
“Biarin deh, kan sekali-kali begini”. Apa iya ngga apa-apa? Kalau kita bisa menanggulangi banjir, membuat suatu rencana atau niat : “Jakarta akan bebas banjir tahun 2006″ toh dengan niat baik dan semangat untuk memperbaiki hidup, InsyaAllah kita bisa melakukannya. (Optimis sedikit boleh lah..)
Jakarta itu adalah ibukota negara. Sama seperti Seoul di Korea Selatan, Kuala Lumpur di Malaysia. Mereka bisa mengatur agar tidak banjir di kala musim hujan (Kalau curah hujannya benar-benar diatas rata-rata sih kemungkinan banjir juga).
Ah, lupakan mereka. Tetapi contohlah mereka. Kita mempunyai suatu masalah kita yang harus diselesaikan bersama-sama. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan meski tidak secara langsung menghilangkan banjir di Jakarta. Tetapi berguna bagi kita.
- Jangan buang sampah sembarangan. Yang ini mungkin adalah kewajiban bagi kita. Simple, banjir terjadi karena sampah ada di mana-mana dan tidak dibuang pada tempatnya. Bersih dan nyaman penyakit pun bukan teman (hehe)
- Kerja bakti, gotong royong. Kerja bakti di hari Minggu dengan membersihkan selokan dan menanam pohon dapat juga mengurangi resiko banjir. Hehe.. karena warga Jakarta sekarang katanya tidak suka lagi kerja bakti, sepertinya yang ini saya pesimis untuk dilakukan. Yah, who knows?
- Peliharalah kali dan sungai. Yang ini tidak usah diragukan lagi.
- Buat statemen : Kita benci banjir di Jakarta. Konyol kalo yang ini.
Pertama-tama, janganlah kita saling menyalahkan. Kita memang harus memulai dari diri sendiri untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan kita. Jika kita sudah berusaha maksimal tetapi tidak ada suatu perubahan yang berarti, sistem tata kota kita yang bermasalah.
Yah, setidaknya kita berusaha untuk membuat Jakarta bebas banjir… :)
Dan please deh bagi pihak berwajib.. Do your job! Just do your job right.
Nothing more.
Hehehehe… kalo Rifie optimis, aku berusaha realistis aja deh… kayaknya masih susah mengharapkan Jakarta bebas banjir di tahun 2006 ini. Karena ya itu tadi… pihak berwajibnya masih belum melaksanakan tugas dengan baik :D
Masa’ dari tahun ke tahun kok belum nemu juga solusi yang pas untuk menangani masalah banjir di Jakarta?
*heran mode on*
Jakarta bebas banjir..hmmm.. penyebabnya bukan dari kalinya yang tersumbat karena pembuangan sampah liar? Anjurin pemerintah bikin pembakaran sampah yang nggak buat polusi.
Apa udah ada mesin pembakaran sampah? Jangan di timbun seperti di daerah cawang..(dulu waktu gw masih tinggal di jakarta, pembuangan sampahnya ya di timbun hingga menggunung di daerah cawang itu).
Hehe. sepertinya pemda Jakarta raya kurang tanggap… apa ngga nganggap? weak. lame. Kali pemda udah males kali ya.. ngurus Jakarta.. “Seadanya aja lahh..” hehe
tunggu aja sampe 20 tahun kedepan.. paling udah bisa ga banjir lagi.. :D
ya gimana dunk! wong bajir aja bisa dijadikan ajang bisnis…. kenapa tidak dijadikan tradisi… ya ngga? hehehe… *kabuuuuuuuuuuur*