Syarifah Riefandania, personal website

This is a daily blog from Syarifah Riefandania (rifie). 4C is my house block number. My emotion is currentry stable and normal. Follow me on twitter, last.fm and flickr

20060103

Menjadi seorang entreprenuer atau bekerja di perusahaan orang lain?

Setiap (banyak) mahasiswa/i yang sudah berada di semester akhir pasti memikirkan suatu karir yang akan ditempuh ketika menamatkan program studi S1/D3. Aduh, habis kuliah ngapain ya? pegangan gue apa? Bisa apa? Apa gue sanggup bekerja 9 to 5 atau dari pagi sampe ketemu pagi lagi? Apa gue langsung merit aja?. Pernah kan bertanya-tanya kayak begitu? Don’t worry, you’re not alone. Saya juga begitu :). Ada juga kok yang tidak memikirkan hal-hal diatas. Yah, namanya juga manusia. Berbeda pendapat lumrah dong?

Bekerja adalah sebuah kewajiban dan ada ribuan alasan mengapa kita bekerja sampai membanting tulang. Selepas kuliah, apa yang diharapkan dari diri kita setelah kita memilih jalan untuk menimba ilmu di perguruan tinggi? Menjadi orang sukses dan mandiri atau menjadi seorang yang biasa-biasa saja?
Selalu ada harapan dan impian dari dalam diri manusia untuk dirinya sendiri. Harapan orangtua adalah salah satu yang paling indah bagi anak-anaknya agar dapat menjadi anak yang sukses.

Maka dari itu, jika Allah mengijinkan dan saya masih ada umur, saya menetapkan 2 pilihan untuk pekerjaan saya dimana saya akan menyibukkan diri agar menjadi manusia yang diharapkan. Entreprenuer atau bekerja di perusahaan?

Dari pandangan saya, kedua pilihan itu sama-sama baik. Entreprenuer singkatnya adalah orang yang dapat melihat peluang bisnis dan suka akan tantangan baru dan yah berjiwa pemimpin. Menjadi entreprenuer berarti menjadi boss kita sendiri.
Mencari modal untuk memulai bisnis, mempraktekkan accounting dan management, membuat suatu keputusan-keputusan penting, merekrut partner yang tepat atau menulis strategi bisnis yang brilian adalah bagian entreprenuer. Sebenarnya ada banyak hal lagi, tetapi saya lupa. Kelihatannya sulit ya? Tetapi kata teman saya yang entreprenuer, gampang-gampang susah. “Ini tergantung bagaimana motivasi kita untuk memajukan perusahan kita”. Katanya sih begitu..

Bagaimana dengan pilihan yang kedua yaitu bekerja di perusahaan orang lain?
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa banyak perusahaan lebih melihat prestasi akademis yang diperoleh diatas yang lain. IPK minimal sekian yadda yadda yadda (that’s kinda lame, sometimes). Tapi saat ini, kita jangan melihat dari sisi itu dulu. Lihatlah kesempatannya. Ada kemauan ada jalan. Bisa kan kita melamar lebih dari satu perusahaan? Dengan tekad untuk jenjang karir yang tidak mandek (dapat promosi), gaji yang besar dan ajang untuk mencari pacar eksekutif muda (hwahwa), cobalah melamar di banyak tempat dan dengan posisi yang berbeda. Jika diterima, Alhamdulillah.. Tidak diterima, tawakal dan terus mencoba.
Dengan bekerja di perusahaan, otomatis kita akan terikat dengan regulasi-regulasi yang sudah ditentukan. Loyalitas kita juga akan menjadi pegangan. Perusahaan yang baik biasanya menyediakan asuransi, izin cuti, jenjang karir dan gaji yang sudah ditentukan (oh, dan plus insentif). So you don’t have to worry.

Jadi, yang mana akan kita pilih disaat kita selesai kuliah nanti?

Jika kita itu suka tantangan, ingin menjadi wirausahawan, bisa mengambil resiko dan gigih mencari modal usaha, sebaiknya pilih menjadi entrepreneur. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga bekerja di perusahaan lain.

Saya hanya mencoba untuk memikirkan masa depan saya dan mencoba menuliskannya kalau-kalau saya lupa :)
Tapi yang penting untuk kita, agar bekerja dengan motivasi yang baik, spirit yang baik, Steve Jobs pernah berujar ‘You’ve got to find what you love,’. Dan janganlah kita KKN.

Kalau pembaca blog saya yang budiman mempunyai pengalaman, silahken langsung mengisi form untuk komentar.. Semoga saya bisa belajar banyak. :)

Comments are welcome…

8 Responses to Entrepreneur vs PT Lain

  • eh eh, kalo abis kuliah terus senang2x dan bisa jadi tajir dan dapet istri cantik bisa ga ya? :p Btw, gw juga jadi bingung nih abis kuliah ngapain ya? kuliah lagi? Hmmmmm

    Posted by jefri # January 4th, 2006
  • Sekolah lagi juga ide yang bagus, tapi jangan langsung selesai kuliah S1 langsung S2. Jenuh. Kuliah terus.. :D

    Posted by rifie # January 4th, 2006
  • just drop by n say hi!!

    Posted by SH # January 4th, 2006
  • lulus smu saya tidak kuliah, modal otodidak, klo di flashback sih kebanyakan learning by doing, selama bekerja itu ya saya banyak belajar hehe

    Posted by dental # January 4th, 2006
  • Kuliah aja lagi Fie..:).
    Kalo cepet2x kerja jadi males balik kuliah, udah kebiasaan pegang duit soalnya..*unjuk2x diri sendiri*..:D

    Posted by Ada apa dengan Yulia # January 5th, 2006
  • Hepi wiken Fie..:)

    Posted by Ada apa dengan Yulia # January 7th, 2006
  • […] Wew.. semakin banyak pertimbangan apa yang harus dilakukan di masa depan […]

  • it’s officially true, it’s hard to get something we love in this case ya kerjaan.
    itu berasa banget ama gw, saat pertama kali lulus dari kampus gw binus (ya lumayan berjasa lah seengganya ngasih gw ijazah), gw sama sekali ga mau jadi programmer padahal gw orang IT, dan sekarang mindset gw berubah begitu aja and now i’m willing to be trained to be a programmer (at least sampai sekarang masih berasa begitu), mudah-mudahan itu salah satu petunjuk dari yang kuasa yang dapat menjadikan gw orang yang lebih baik kelak

    Posted by Timmy # January 11th, 2006

Want to add yours?

Leave a Reply

In My Dock

© Syarifah Riefandania 2005 - 2008. All Rights Reserved. Powered by WordPress.