Heee… saya kepeleset di anak tangga warteg dekat kampus.
Untungnya tidak jatuh ke depan, melainkan hanya ‘merosot’ di anak tangga yang curam 45 derajat. Serentak semua yang ada di warteg langsung teriak : “eehhh!” atau “Awaaas!“. 3000 orang (he?) langsung pasang mata ke saya. Sakit? sakit lah. Malu? Malu lah.. Tengsin? Wajar lah.. Mau bunuh diri? Gokil! ngga lah..!
Tapi saya *pura-pura* cuek aja terus langsung bilang makanan yang saya makan sama yang punya warteg :
“err… kikil, terong pedes, sama air es, berapa?”
Abis keluar warteg perasaan langsung campur aduk. Eh, saya ngga sadar kalo ada sedikit baret di tangan kiri saya. Untung ada Rama, di mobilnya ada P3K. Buat Resta dan Martin, screw you guys! Di warteg aja diem. Di kelas, di luar ngakak aja terus. :p
Pokoknya kalo ke warteg itu gue ngga mau makan diatas! Tangganya licin tau ngga!
What a bad day….
Simple fact about horror on TV : I hate it. I hate it so much.
*Sebenarnya saya tidak mau menulis masalah sinetron-sinetronan. Tetapi ketika saya menonton sinetron di tv semalam rasanya jengkel banget.*
Aduh, apakah sinetron misteri (saya bilang disini horor) yang ditayangkan di TV sekarang itu layak tayang di TV? Darah, kekerasan, setan-setan dan roh gentayangan itu kan sudah termasuk violence ya? Saya nonton tv semalam, saya bisa lihat bagaimana mayat perempuan yang sudah dikubur diambil mata dan jantungnya oleh para penjahat. Darahnya juga banyak banget. That’s ridicolous..
Yeah, acara tv sekarang banyak banget yang menayangkan sinetron-sinetron begitu. Dunia mistis sekarang adalah tema yang diusung setelah sinetron bosan dengan tema perebutan harta dengan berbagai cara.
Mereka pergi ke dukun sakti, bawa jimat dan percaya takhayul pun ditayangkan di tivi. Ehm, Ini tahun berapa yah? 2005 apa 1970? Seharusnya kan mereka tau, hal-hal diatas kan dosa kalau dilakukan. Di akhir sinetron itu memang mereka mendapat ganjaran, yah.. tetapi kan tidak perlu digambarkan. Tobat..Tobat… :)
Sekarang, sinetron-sinetron yang dari pertama dibuat merupakan sinetron yang religius dan agamais, berubah menjadi sinetron yang kayak begini… hueh. l-a-m-e.
Masalah dampak dan pola pikiran yang berubah di masyarakat saya jadi takut untuk memikirkannya.
Hehe.. saya nemu posting lucu tentang opini dari orang-orang penting di Indonesia tentang maraknya aksi ‘penampakan’ di tv.. ada di Tanya jawab seputar maraknya tayangan penampakan di TV. Jangan dianggep serius! hehehe..
Tapi kok saya berbicara yang negatif-negatif yah tentang tv di Indonesia? Saya juga mau menulis yang positif juga. Kan tidak semua acara tv disini jelek kan?
Ok.. saya akan menulis yang positif deh… nanti tapi yah..